Gapurabola merupakan metode penangkapan ikan tradisional yang telah dilakukan oleh masyarakat Bajau di Asia Tenggara selama berabad-abad. Teknik menarik ini melibatkan penggunaan bingkai kayu besar dengan jaring terpasang untuk menangkap ikan di perairan dangkal. Metode ini tidak hanya efisien namun juga berkelanjutan sehingga menjadikannya bagian penting dari budaya Bajau.
Teknik Gapurabola diawali dengan pembuatan rangka kayu yang biasanya terbuat dari bambu atau bahan ringan lainnya. Bingkai tersebut kemudian dilekatkan pada jaring yang dibentangkan di dalam air untuk menjadi penghalang bagi ikan. Nelayan kemudian menggunakan tongkat untuk mendorong bingkai di sepanjang air, menggiring ikan ke dalam jaring.
Salah satu aspek yang paling menarik dari Gapurabola adalah keterampilan dan ketelitian yang dibutuhkan agar berhasil menangkap ikan menggunakan metode ini. Nelayan harus mampu membaca pergerakan ikan dan mengantisipasi perilakunya agar dapat menangkap ikan secara efektif ke dalam jaring. Hal ini memerlukan pemahaman mendalam tentang lingkungan laut dan perilaku spesies ikan lokal.
Elemen kunci lain dari Gapurabola adalah kerja sama tim. Para nelayan harus bekerja sama untuk mengkoordinasikan gerakan mereka dan secara efektif mengarahkan ikan ke jaring. Komunikasi sangat penting dalam proses ini, karena para nelayan harus bisa saling memberi isyarat agar berhasil menangkap ikan.
Meskipun teknik Gapurabola menghadapi tantangan, masyarakat Bajau telah mampu memanen ikan secara berkelanjutan dengan menggunakan metode ini selama beberapa generasi. Dengan hanya menggunakan bahan dan teknik tradisional, mereka mampu menangkap ikan tanpa merusak ekosistem laut. Hal ini menjadikan Gapurabola sebagai alternatif ramah lingkungan dibandingkan metode penangkapan ikan modern yang dapat menguras populasi ikan dan merusak lingkungan laut.
Secara keseluruhan, Gapurabola adalah metode penangkapan ikan yang menarik dan berkelanjutan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi masyarakat Bajau. Keterampilan dan ketelitian yang dibutuhkan agar berhasil menangkap ikan dengan menggunakan teknik ini menjadikannya bagian yang unik dan penting dari budaya mereka. Dengan melestarikan dan mempraktikkan Gapurabola, masyarakat Bajau tidak hanya mampu memanen ikan secara berkelanjutan, namun juga tetap menjaga keterhubungan dengan cara hidup tradisional mereka.
